MILAN, KOMPAS.com —
Penyerang Diego Milito berhasil mencetak gol untuk menyelamatkan Inter
Milan dari kekalahan saat menjamu Catania dalam lanjutan Serie-A di
stadion Giuseppe Meazza, Minggu atau Senin (5/3/2012). Berkat gol pemain
asal Argentina tersebut, Inter berhasil memaksa Catania bermain imbang
2-2.
Dengan hasil ini, Inter memperpanjang rekor tak pernah
menang di Serie-A menjadi enam kali secara beruntun. Sebelum bermain 2-2
dengan Catania, Inter ditahan 4-4 oleh Palermo pada 1 Februari lalu,
kalah 0-4 dari AS Roma, 0-1 dari Novara, 0-3 dari Bologna, dan 0-1 dari
Napoli.
Inter sebenarnya mampu bermain baik pada awal-awal babak
pertama. Pada menit ke-15, Diego Forlan mendapat peluang setelah mampu
melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, kiper Juan
Pablo Carrizo mampu mengantisipasinya dengan baik.
Tiga menit
berselang, Forlan kembali mendapat peluang emas. Sayang, kiper Carizzo
kembali tampil cukup baik dengan menahan tendangan
first time pemain asal Uruguay itu, yang memanfaatkan umpan silang Diego Milito.
Catania
bukan tanpa ancaman. Tim asuhan Vincenzo Montella beberapa kali
menciptakan peluang melalui serangan balik cepat dengan kombinasi Pablo
Barrientos, Mariano Izco, dan Gómez.
Berawal dari serangan itulah
Gómez akhirnya mampu membuat pendukung tuan rumah terdiam. Pemain asal
Argentina itu mampu melesakkan bola ke gawang Júlio César dengan
memaksimalkan umpan terobosan Barrientos pada menit ke-20.
Ketinggalan
satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Namun, lagi-lagi
Catania mampu memanfaatkan kurangnya konsentrasi barisan pertahanan
Inter, yang asyik menyerang. Pada menit ke-38, Catania menambah
keunggulannya menjadi 2-0 melalui gelandang Mariano Izco.
Memasuki
menit akhir, Forlan dan Milito bergantian melakukan ancaman dan
menciptakan sejumlah peluang. Akan tetapi, tidak ada satu pun peluang
tersebut yang mampu dikonversikan menjadi gol.
Memasuki babak
kedua, Pelatih Claudio Ranieri berusaha mengatasi tumpulnya lini depan
Inter. Dia memilih memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Marco
Davide Faraoni.
Inter, yang tidak ingin kembali kalah dalam laga
ini, terus meningkatkan serangan. Pada menit ke-71, Inter akhirnya mampu
memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 melalui Forlan. Dia berhasil
menceploskan bola dengan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti.
Sembilan
menit berselang, Milito akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi
2-2. Memanfaatkan umpan Forlan, mantan pemain Genoa itu melepaskan
tendangan keras ke arah pojok kanan atas gawang yang tak mampu dibendung
oleh kiper Carrizo.
Pada menit-menit akhir, kedua tim bergantian
melakukan serangan. Catania sempat beberapa kali mengancam gawang Inter
dengan serangan balik yang cepat. Inter pun terus melakukan serangan
untuk meraih kemenangan dalam pertandingan ini. Namun, dari beberapa
peluang kedua tim tersebut, tidak satu pun yang mampu mengubah
kedudukan. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.
Selama pertandingan, menurut catatan
Lega Serie-A,
Inter menguasai bola sebanyak 53 persen dan melepaskan tujuh tembakan
akurat dari 17 usaha. Adapun Catania menciptakan empat peluang emas dari
sebelas percobaan.
Hasil ini membuat posisi Catania naik satu
peringkat ke peringkat kedelapan dengan mengoleksi 34 angka. Sementara
itu, Inter tertahan di peringkat ketujuh dengan 37 angka.
Susunan pemain:
Inter Milan:
Júlio César, Walter Samuel, Lúcio, Yuto Nagatomo, Javier Zanetti,
Esteban Cambiasso (Andrea Poli 61), Angelo Palombo (Joel Chukwuma Obi
61), Diego Forlán, Marco Davide Faraoni (Wesley Sneijder 45), Diego
Milito, Giampaolo Pazzini.
Catania: Juan Pablo
Carrizo, Nicolás Spolli, Nicola Legrottaglie, Giovanni Marchese, Marco
Motta, Francesco Lodi, Sergio Almiron, Mariano Izco, Pablo Barrientos
(Filipe Seymor 82), Gonzalo Bergessio (Osariemen Ebagua 69), Alejandro
Gómez (Cristian Llama 87).
Wasit: Domenico Cel