Selasa, 06 Maret 2012


Inter Milan Jamin Posisi Ranieri Masih Aman

zimbio
Claudio Ranieri 






TRIBUNNEWS.COM, MILAN - Inter Milan sedang dihadapkan pada kondisi tim yang cukup buruk. Dari delapan pertandingan terakhir, Inter Milan menelan tujuh kekalahan di segala ajang.
Karena itu posisi pelatih Claudio Ranieri disebut menjadi rawan. Meski kubu Inter Milan masih menaruh kepercayaan bagi mantan pelatih AS Roma itu.
"Posisi Claudio Ranieri tidak beresiko. Saya terus berbicara dengan Ranieri. Dia sangat percaya diri. Saya juga optimistis kepadanya," jelas Manajer Umum, Ernsto Paolillo.
"Dia masih aman dan kami menaruh kepercayaan yang terbatas kepadanya. Kami berharap hasil akhir akan membantu keluar dari periode ini. Kekalahan seperti sambaran petir untuk kami. Namun kami berharap itu tidak terjadi lagi," tegas sang manajer umum




Striker Inter Milan, Diego Milito saat mencetak gol ke gawang Catania pada lanjutan pertandingan Seri A di di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (5/3) dini hari WIB. Pertandingan berakhir imbang 2-2. Foto: Getty Images
MILAN - Inter Milan nyaris dipermalukan di hadapan publiknya sendiri. Ketika menjamu tamunya, Catania di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (5/3) dini hari WIB, Nerazzurri dipaksa bermain imbang 2-2. Untunglah Inter memiliki dua Diego yang mencetak gol menjelang laga usai sehingga terselamatkan dari kekalahan.

Babak pertama, tuan rumah tertinggal lewat aksi Alejandro Gomez pada menit 19.  Pada menit 38, Mariano Julio Izco kembali menjebol gawang Inter yang dijaga Julio Cesar. Meskipun agak berbau Off Side, namun wasit D. Celi‎ tetap mengesahkannya. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Skuad asuhan Claudio Raineri baru bisa mengejar ketertinggalan pada menit ke 71. Lewat tendangan keras Diego Forlan Corazo dari sisi kanan,  gawang Catania yang dijaga Juan Pablo Carrizo akhirnya jebol. Meskipun sempat dihalau, namun
laju bola mengarah ke jala gawang.

Selang delapan menit kemudian, Diego Alberto Milito akhirnya mampu menyamakan kedudukan 2-2 setelah mendapat umpan terobosan dari Forlan. Tanpa mendapat pengawalan dari pemain belakang Catania, penyerang asal Argentina ini dengan mudah memperdaya Carrizo.

Hasil seri ini membuat Inter tertahan di posisi ketujuh klasemen Serie A Italia dengan 37 poin. Sementara Catania berada di urutan ke delapan terpaut dengan tiga angka. Jelas, tambahan satu angka ini bukan hasil maksimal bagi Inter yang tidak pernah menang di sembilan laga beruntun di semua kompetisi.
Bos Inter Milan Bantah Mau Tampung Villas Boas



IST

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa saat usai dipecat Chelsea, Andre Villas-Boas (AVB) langsung dikaitkan dengan Internazionale. Namun dengan tegas presiden Nerazzurri, Massimo Moratti membantah kabar soal keinginan merekrut AVB.
Sebelum musim 2011/2012 dimulai, Inter telah dikaitkan dengan AVB. Namun ketika itu Chelsea akhirnya yang berhasil merekrut lelaki asal Portugal itu dari FC Porto dengan membayar kompensasi sebesar 13 juta pounds (Rp 187,73 miliar).
Dikaitkannya AVB ke Inter wajar saja. Maklum, prestasi Inter bersama Claudio Ranieri belakangan ini terbilang buruk. Inter belum sekalipun menang dalam 9 partai terakhir mereka di semua kompetisi.
Namun dengan tegas Moratti membantah kabar. "Itu benar-benar cuma rumor," ujarnya dikutip dari situs resmi Inter.
Dalam kesempatan ini Moratti juga menyempatkan diri bicara menganai permainan timnya saat bermain imbang 2-2 lawan Catania di lanjutan Serie A ahad silam.
Meski gagal meraih kemenangan, namun Javier Zanetti mampu bangkit dari ketertinggalan dua gol di babak pertama. Dalam laga ini Inter berhasil mencetak gol untuk pertama kali setelah gagal membobol gawang lawan dalam lima pertandingan terakhir.
"Saya melihat sebagian dari pertandingan itu. Saat kami tertinggal kami bermain buruk, tapi saya harus akui mereka telah menunjukkan karater hebat setelah turun minum dan sanggup tampil bagus," tuntasnya.


Inter Milan Terpuruk, Gasperini Buka Suara Lagi
































TRIBUNNEWS.COM, MILAN - Keterpurukan yang dialami Inter Milan dijadikan momentum bagi Gian Piero Gasperini untuk memukul balik para pengkritiknya. Dia mengklaim Inter tidak bisa terus menerus menyalahkan dia untuk masalah yang dialami mereka.
Gasperini hadir di Appiano Gentile menggantikan Leonardo pada musim panas lalu. Dia dipecat pada September setelah gagal meraih kemenangan dalam semua kompetisi. Namun Claudio Ranieri kini dalam krisis hampir serupa, yakni melalui tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir.
"Itu lima setengah bulan lalu dan iklim di seluruh klub telah berubah," jelas Gasperini kepada Sky Sport Italia.
"Dulu ada harapan lebih, tapi sekarang saya dapat melihat ada lebih memahami kesulitan yang saya alami. Ada semua pembicaraan di mana Inter tak akan terpuruk jika Ranieri telah bertugas sejak musim panas. Tetapi alibi itu tidak lagi memiliki landasan kuat," imbahnya.
Ranieri telah menemukan masalah yang sama seperti Gasperini dalam mendapatkan posisi yang tepat untuk Wesley Sneijder. Bahkan, saat melawan Napoli pekan lalu, dia turut mengadopsi pola pertahanan tiga orang yang kerap dikritik selama era Gasperini.
"Saya tidak bisa bilang menyesal mengenai keputusan saya, bahkan jika hubungan saya dengan Inter berakhir buruk. Saya pergi dengan kemarahan yang besar, karena begitu banyak kemunafikan. Tiga pemain dipertahanan tampaknya menjadi alasan untuk semua masalah mereka, tetapi kemudian membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi. Ada perdebatan terlalu banyak tentang sistem taktis," sambung dia.
"Itu adalah kemenangan bagi alibi yang dilemparkan. Ketika saya tiba di Inter, saya tidak pernah bertemu Massimo Moratti dan Marco Branca, sehingga saya menduga mereka mempekerjakan saya karena mereka percaya kepada saya. Saya rasa pantas didukung dengan cara yang berbeda."
"Lalu ada alasan terkait pemain tua, tapi Andrea Pirlo berada pada usia yang sama seperti banyak dari bintang-bintang Inter, dan dia menepis alibi itu juga. Saya ragu pemain berusia 32 tahun tidak lagi mampu bermain. Saya tetap yakin bahwa minggu-minggu terakhir musim ini akan memberi mereka kepuasan yang telah hilang hingga kini," ujar sang allenatore.

Ranieri Klaim Inter Milan Akan Segera Bangkit
  • Mazzari Sebut Napoli Menang Mutlak 
image
NAPLES, suaramerdeka.com - Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri meyakini Inter Milan akan segera bangkit dan segera keluar dari krisi kendati mengalami lima kekalahan beruntun atau kekalahan ketujuh dalam delapan laga terakhir. Termutakhir mereka dikalahkan Napoli 0-1 melalui gol tunggal Ezequeil Lavezzi.
"Kami kalah pada laga ini, tetapi kita memiliki rasa lapar dan tekad untuk kembali ke jalur kemenangan. Itu adalah laga biasa, dan kami tahu Napoli akan menyerang, karena mereka tengah mendapat motivasi berlimpah setelah kemenangan atas Chelsea. Kami kehilangan bola di lini tengah dan Napoli benar-benar bersemangat selama tujuh menit setelah gol," ujarnya.
Saat ditanya, apa yang akan dia lakukan jika berada di posisi Presiden Massimo Moratti, Ranieri pun semakin jengkel ketika ditanya. Pasalnya, usai laga melawan Napoli, beredar rumor terkait penentuan nasib Ranieri.
"Jika saya Presiden? Saya tidak tahu, Anda sebaiknya bertanya padanya. Jika saya Presiden maka saya akan mengatakan, 'saya mendukung Ranieri 100 persen, dan itu bukan salahnya'. Saya menyadari ada banyak meminta saya untuk diganti, tetapi mengapa saya harus mengambil langkah mundur? Mengapa kalian menunggu saya untuk mengundurkan diri? Ini tidak akan terjadi. Saya tidak akan mengundurkan diri karena saya percaya pada tim ini, mereka kembali berjuang keras malam ini, dan itu saja," tegas dia.
Sementara, Pelatih Walter Mazzarri dengan percaya diri menyebut timnya menang mutlak atas Inter. Selain berhasil bermain mendominasi dan mencetak satu gol, Napoli sukses mempertahankan keunggulannya kendati mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 79 lantaran Salvatore Aronica dikartumerah wasit.
"Kami mendominasi sejak babak pertama, dan memaksa Inter untuk fokus bertahan. Dengan mendorong mereka ke dalam setengah lapangan, yang kami perlukan hanya menyelesaikan peluang, tapi gagal kami lakukan. Dalam beberapa hal, kami bermain lebih baik daripada saat menang melawan Chelsea," ujar Mazzari.
Mazzarri juga enggan mempermasalahkannya soal gol yang dianggap offside oleh wasit. Pasalnya, tanpa gol itu Napoli pun sudah mampu mendominasi permainan.
"Inter berubah sistem mereka setelah istirahat, dan kami berjuang dengan baik untuk mencetak gol. Saya pikir gol Hugo Campagnaro adalah onside, tapi melihat tayangan ulang kiper berada di depan, jadi offside. Kami kuat sampai harus bermain dengan 10 pemain, dan setelah itu saya harus membuat beberapa perubahan," tandas Mazzarri.

DIEGO MILITO



AFP
Penyerang Inter Milan, Diego Milito, merayakan golnya ke gawang Catania, pada laga Serie-A, di San Siro, Minggu (4/3/2012).
MILAN, KOMPAS.com — Penyerang Diego Milito berhasil mencetak gol untuk menyelamatkan Inter Milan dari kekalahan saat menjamu Catania dalam lanjutan Serie-A di stadion Giuseppe Meazza, Minggu atau Senin (5/3/2012). Berkat gol pemain asal Argentina tersebut, Inter berhasil memaksa Catania bermain imbang 2-2.

Dengan hasil ini, Inter memperpanjang rekor tak pernah menang di Serie-A menjadi enam kali secara beruntun. Sebelum bermain 2-2 dengan Catania, Inter ditahan 4-4 oleh Palermo pada 1 Februari lalu, kalah 0-4 dari AS Roma, 0-1 dari Novara, 0-3 dari Bologna, dan 0-1 dari Napoli.

Inter sebenarnya mampu bermain baik pada awal-awal babak pertama. Pada menit ke-15, Diego Forlan mendapat peluang setelah mampu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun, kiper Juan Pablo Carrizo mampu mengantisipasinya dengan baik.

Tiga menit berselang, Forlan kembali mendapat peluang emas. Sayang, kiper Carizzo kembali tampil cukup baik dengan menahan tendangan first time pemain asal Uruguay itu, yang memanfaatkan umpan silang Diego Milito.

Catania bukan tanpa ancaman. Tim asuhan Vincenzo Montella beberapa kali menciptakan peluang melalui serangan balik cepat dengan kombinasi Pablo Barrientos, Mariano Izco, dan Gómez.

Berawal dari serangan itulah Gómez akhirnya mampu membuat pendukung tuan rumah terdiam. Pemain asal Argentina itu mampu melesakkan bola ke gawang Júlio César dengan memaksimalkan umpan terobosan Barrientos pada menit ke-20.

Ketinggalan satu gol, Inter meningkatkan intensitas serangan. Namun, lagi-lagi Catania mampu memanfaatkan kurangnya konsentrasi barisan pertahanan Inter, yang asyik menyerang. Pada menit ke-38, Catania menambah keunggulannya menjadi 2-0 melalui gelandang Mariano Izco.

Memasuki menit akhir, Forlan dan Milito bergantian melakukan ancaman dan menciptakan sejumlah peluang. Akan tetapi, tidak ada satu pun peluang tersebut yang mampu dikonversikan menjadi gol.

Memasuki babak kedua, Pelatih Claudio Ranieri berusaha mengatasi tumpulnya lini depan Inter. Dia memilih memasukkan Wesley Sneijder untuk menggantikan Marco Davide Faraoni.

Inter, yang tidak ingin kembali kalah dalam laga ini, terus meningkatkan serangan. Pada menit ke-71, Inter akhirnya mampu memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 melalui Forlan. Dia berhasil menceploskan bola dengan tendangan kerasnya dari luar kotak penalti.

Sembilan menit berselang, Milito akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Memanfaatkan umpan Forlan, mantan pemain Genoa itu melepaskan tendangan keras ke arah pojok kanan atas gawang yang tak mampu dibendung oleh kiper Carrizo.
Pada menit-menit akhir, kedua tim bergantian melakukan serangan. Catania sempat beberapa kali mengancam gawang Inter dengan serangan balik yang cepat. Inter pun terus melakukan serangan untuk meraih kemenangan dalam pertandingan ini. Namun, dari beberapa peluang kedua tim tersebut, tidak satu pun yang mampu mengubah kedudukan. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.
Selama pertandingan, menurut catatan Lega Serie-A, Inter menguasai bola sebanyak 53 persen dan melepaskan tujuh tembakan akurat dari 17 usaha. Adapun Catania menciptakan empat peluang emas dari sebelas percobaan.
Hasil ini membuat posisi Catania naik satu peringkat ke peringkat kedelapan dengan mengoleksi 34 angka. Sementara itu, Inter tertahan di peringkat ketujuh dengan 37 angka.

Susunan pemain:
Inter Milan: Júlio César, Walter Samuel, Lúcio, Yuto Nagatomo, Javier Zanetti, Esteban Cambiasso (Andrea Poli 61), Angelo Palombo (Joel Chukwuma Obi 61), Diego Forlán, Marco Davide Faraoni (Wesley Sneijder 45), Diego Milito, Giampaolo Pazzini.

Catania: Juan Pablo Carrizo, Nicolás Spolli, Nicola Legrottaglie, Giovanni Marchese, Marco Motta, Francesco Lodi, Sergio Almiron, Mariano Izco, Pablo Barrientos (Filipe Seymor 82), Gonzalo Bergessio (Osariemen Ebagua 69), Alejandro Gómez (Cristian Llama 87).
Wasit: Domenico Cel

Julio Cesar Ceramah, Inter Milan Tak Jadi Kalah

Julio Cesar
Inter Milan nyaris menelan kekalahan memalukan lagi di kandang saat menjamu Catania di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (5/3). Hingga babak pertama usai, tim asuhan Claudio Ranieri ini tertinggal 2 gol dari tim tamu. Dua gol Catania dicetak oleh Alejandro Gómez di menit ke-19 dan Mariano Izco di menit ke-38.
Di babak kedua, ternyata Inter Milan mampu bangkit dan membalas ketertinggalan lewat 2 gol yang dipersembahkan duet bombernya. Gol pertama La Beneamata lahir dari striker asal Uruguay, Diego Forlan, pada menit ke-71. Sedangkan gol penyeimbang dibikin oleh Diego Milito 8 menit kemudian. Skor 2-2 pun berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.
Di balik kebangkitan Inter Milan di babak kedua, ternyata ada sosok yang berhasil membakar semangat para punggawa Nerazzurri. Orang itu adalah sang kiper, Julio Cesar, yang memberikan motivasi kepada para rekannya saat di ruang ganti pada pertengahan babak.
”Di saat turun minum, Julio Cesar memberikan kami motivasi di ruang ganti dan saya harus memberikan pujian padanya untuk itu.” salut kapten tim, Javier Zanetti, melalui Inter Channel.
Berkat ”ceramah” yang disampaikan kiper asal Brasil itu di ruang ganti, Inter Milan seolah tersengat dan menunjukkan kelasnya sebagai tim juara. Dua gol pun tercipta dalam hitungan 10 menit. Meskipun belum mampu meraih kemenangan, namun hasil seri melawan Catania bisa menjadi titik balik kebangkitan Inter Milan.
”Kami sanggup menemukan kembali kekuatan untuk bangkit bertarung,” ujar Javier Zanetti.

Selasa, 6 Maret 2012 16:03 wib
Edin Dzeko (Foto: Getty)
Edin Dzeko (Foto: Getty)
MILAN - Inter Milan dikabarkan sedang memantau situasi Edin Dzeko di Manchester City. Nerazzurri berminat mendatangkan Dzeko sebagai usaha memperbaiki performa tim khususnya di lini depan.

Dzeko belakangan mengaku frustrasi di City musim ini, di mana dia lebih sering masuk ke lapangan dari bangku cadangan. Pelatih The Citizens, Roberto Mancini lebih memilih Sergio Aguero atau Mario Balotelli untuk menggedor pertahanan lawan.

Padahal, Dzeko merasa penampilannya pada musim ini jauh lebih baik ketimbang saat pemain internasional Bosnia Herzegovina ini didatangkan dari Wolfsburg Januari tahun lalu.

Fichajes.net melaporkan, tim milik taipan minyak Italia, Massimo Moratti ini berharap dapat membawa Dzeko ke Italia pada musim panas nanti. Tentu saja dengan syarat striker berusia 25 tahun ini mau berkostum La Beneamata dan City tak membutuhkan jasa Dzeko lagi.

Sebelumnya, Dzeko nyaris bergabung dengan AC Milan sebelum dia pindah ke City. Tapi, nilai yang ditawarkan The Citizens saat itu lebih menarik minat Wolfsburg sebagai klub pemilik Dzeko kala itu.
Roma Tumbang, Inter Milan Hanya Imbang
Headline
Napoli sukses membawa pulang raihan tiga poin saat bertandang ke markas AC Parma, Stadion Enino Tardini, Minggu (4/3/2012) malam WIB.
Napoli menang dengan skor 2-1. Edinso Cavani membuka keunggulan Napoli di menit ke-40. Namun, Parma mampu menyamakan kedudukan di menit ke-77 melalui Cristian Zaccardo. Kemenangan Napoli dipastikan melalui gol Ezequiel Lavezzi dua menit sebelum pertandingan berakhir.
Pertandingan derbi bertajuk Della Capitale yang mempertemukan AS Roma melawan Lazio itu akhirnya berkesudahan dengan skor 2-1 bagi keunggulan Lazio.
Hernanes membuka angka bagi lazio melalui sepakan penalti Hernanes di menit kesepuluh. Tapi, Fabio Borini berhasil membalas enam menit kemudian, Kemenangan Lazio dipastikan melalui gol Stefano Mauri di mniet ke-61.
Inter Milan kembali gagal menunjukkan performa gemilang saat melawan Catania. Tertinggal dua gol di babak pertama, Inter hanya mampu menyarangkan dua gol di babak kedua.
Gol Inter di laga ini masing-masing dicetak Alejanro Gomez dan Mariano Izco. Adapu, kedua gol Inter dicetak Diego Forlan dan Diego Milito.[yob]

Senin, 06 Februari 2012

INTERNAZIONALE MILANO












Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yg mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang tersayang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, bermain di Seri A (divisi pertama).
Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah grup terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.
Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Selama waktu perang, klub ini dipaksa untuk mengganti namanya menjadi Ambrosiana-Inter untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938, Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dan di tahun yang sama, mereka memenangkan trofi kelima mereka. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.
Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.