Selasa, 06 Maret 2012



Inter Milan Terpuruk, Gasperini Buka Suara Lagi
































TRIBUNNEWS.COM, MILAN - Keterpurukan yang dialami Inter Milan dijadikan momentum bagi Gian Piero Gasperini untuk memukul balik para pengkritiknya. Dia mengklaim Inter tidak bisa terus menerus menyalahkan dia untuk masalah yang dialami mereka.
Gasperini hadir di Appiano Gentile menggantikan Leonardo pada musim panas lalu. Dia dipecat pada September setelah gagal meraih kemenangan dalam semua kompetisi. Namun Claudio Ranieri kini dalam krisis hampir serupa, yakni melalui tujuh kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir.
"Itu lima setengah bulan lalu dan iklim di seluruh klub telah berubah," jelas Gasperini kepada Sky Sport Italia.
"Dulu ada harapan lebih, tapi sekarang saya dapat melihat ada lebih memahami kesulitan yang saya alami. Ada semua pembicaraan di mana Inter tak akan terpuruk jika Ranieri telah bertugas sejak musim panas. Tetapi alibi itu tidak lagi memiliki landasan kuat," imbahnya.
Ranieri telah menemukan masalah yang sama seperti Gasperini dalam mendapatkan posisi yang tepat untuk Wesley Sneijder. Bahkan, saat melawan Napoli pekan lalu, dia turut mengadopsi pola pertahanan tiga orang yang kerap dikritik selama era Gasperini.
"Saya tidak bisa bilang menyesal mengenai keputusan saya, bahkan jika hubungan saya dengan Inter berakhir buruk. Saya pergi dengan kemarahan yang besar, karena begitu banyak kemunafikan. Tiga pemain dipertahanan tampaknya menjadi alasan untuk semua masalah mereka, tetapi kemudian membuktikan bahwa hal itu tidak terjadi. Ada perdebatan terlalu banyak tentang sistem taktis," sambung dia.
"Itu adalah kemenangan bagi alibi yang dilemparkan. Ketika saya tiba di Inter, saya tidak pernah bertemu Massimo Moratti dan Marco Branca, sehingga saya menduga mereka mempekerjakan saya karena mereka percaya kepada saya. Saya rasa pantas didukung dengan cara yang berbeda."
"Lalu ada alasan terkait pemain tua, tapi Andrea Pirlo berada pada usia yang sama seperti banyak dari bintang-bintang Inter, dan dia menepis alibi itu juga. Saya ragu pemain berusia 32 tahun tidak lagi mampu bermain. Saya tetap yakin bahwa minggu-minggu terakhir musim ini akan memberi mereka kepuasan yang telah hilang hingga kini," ujar sang allenatore.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar